ISLAM DAN TEKNIK INDUSTRI
Penulis
Parlaungan Lubis, S.Pd.I., M.A., dkk
Format Buku
Buku Digital
Halaman
235
Ukuran Buku
15,5 x 23
ISBN
Dalam Proses
Penerbit
PT Cipta Digital Edukasi
Tahun Terbit
-
Bahasa
Indonesia
Sinopsis
Buku Islam & Teknik Industri merupakan sebuah karya akademik yang berupaya membangun sintesis antara ajaran Islam sebagai sistem nilai yang komprehensif dengan disiplin Teknik Industri sebagai ilmu terapan yang berorientasi pada efisiensi dan optimalisasi sistem. Dalam perkembangan ilmu pengetahuan modern, seringkali terjadi dikotomi antara ilmu agama dan ilmu umum, yang pada akhirnya melahirkan paradigma keilmuan yang terfragmentasi. Buku ini hadir untuk menjembatani kesenjangan tersebut dengan menawarkan pendekatan integratif yang menempatkan Islam sebagai landasan epistemologis, ontologis, dan aksiologis dalam pengembangan ilmu Teknik Industri.
Pembahasan dalam buku ini diawali dengan penegasan konsep Islam sebagai agama yang bersifat universal dan holistik, yang tidak hanya mengatur hubungan manusia dengan Tuhan (hablum minallah), tetapi juga hubungan manusia dengan sesama (hablum minannas) serta interaksinya dengan alam. Dalam kerangka ini, aktivitas produksi, distribusi, dan pengelolaan sistem industri dipandang sebagai bagian dari ibadah dalam arti luas, selama dilakukan sesuai dengan prinsip-prinsip syariah dan etika Islam.
Selanjutnya, buku ini mengkaji berbagai konsep utama dalam Teknik Industri seperti manajemen operasi, perancangan sistem kerja, ergonomi, manajemen kualitas, dan supply chain management, kemudian dianalisis melalui perspektif nilai-nilai Islam. Prinsip efisiensi dikaitkan dengan larangan pemborosan (israf), konsep kualitas dihubungkan dengan nilai ihsan (kesempurnaan dalam bekerja), sementara aspek keadilan dalam distribusi dan pengambilan keputusan dihubungkan dengan prinsip ‘adl. Dengan demikian, setiap konsep teknis tidak berdiri secara netral, melainkan memiliki dimensi etis dan spiritual yang dapat memperkaya praktiknya.
Buku ini juga menyoroti pentingnya integrasi antara kecanggihan teknologi dengan tanggung jawab moral dalam era Revolusi Industri 4.0 dan Society 5.0. Dalam konteks ini, Islam menawarkan kerangka nilai yang mampu mengarahkan pemanfaatan teknologi agar tetap berorientasi pada kemaslahatan umat manusia, serta mencegah terjadinya dehumanisasi akibat dominasi sistem dan mesin.
Sebagai penutup, buku ini menegaskan bahwa integrasi Islam dan Teknik Industri bukanlah sekadar wacana normatif, melainkan sebuah kebutuhan epistemik dan praktis dalam membangun peradaban yang berkelanjutan. Dengan mengintegrasikan nilai-nilai spiritual ke dalam praktik keilmuan, diharapkan akan lahir generasi insinyur dan akademisi yang tidak hanya unggul secara teknis, tetapi juga memiliki integritas moral dan kesadaran transendental yang tinggi.

